Tingkatkan Daya Saing Usaha, Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Dorong Digitalisasi dan Kebersihan Lingkungan Kerja UMKM Desa Rowobranten

Ringinarum (04/08) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro Desa Rowobranten melaksanakan kegiatan edukasi digitalisasi UMKM dan kebersihan lingkungan kerja bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Rowobranten pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha sekaligus mendorong penerapan kebersihan lingkungan kerja guna meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

Program ini diselenggarakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM di Desa Rowobranten masih memanfaatkan metode pemasaran secara konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana promosi maupun transaksi usaha. Selain itu, aspek kebersihan lingkungan kerja juga menjadi perhatian karena berperan penting dalam menjaga kualitas produk dan menciptakan lingkungan usaha yang sehat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Rowobranten ini dihadiri oleh 18 pelaku UMKM Desa Rowobranten. Meskipun jumlah peserta yang hadir belum mencakup seluruh pelaku UMKM yang terdata di desa, antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi sebelumnya, sebagian pelaku UMKM memiliki aktivitas usaha maupun pekerjaan lain yang berlangsung bersamaan dengan jadwal kegiatan sehingga mengalami kendala untuk hadir. Selain itu, beberapa pelaku usaha masih menganggap bahwa digitalisasi UMKM belum menjadi kebutuhan yang mendesak bagi perkembangan usaha mereka.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan sosialisasi mengenai digitalisasi UMKM kepada pelaku usaha Desa Rowobranten pada Selasa (4/8/2026)

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran digital dan Google Business Profile sebagai media promosi yang dapat membantu meningkatkan visibilitas usaha di internet. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh pendampingan secara langsung untuk memahami tahapan penggunaan platform digital tersebut dalam mendukung kegiatan usaha sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi diskusi dan praktik. Berbagai pertanyaan diajukan terkait manfaat penggunaan QRIS, proses pembuatan Google Business Profile, hingga peluang pengembangan usaha melalui platform digital. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai strategi pemasaran usaha di era digital. “Saya baru mengetahui bahwa usaha kecil seperti milik saya dapat ditemukan melalui Google dan pembayaran juga bisa dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS. Ini menjadi pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi usaha saya,” ujar Pak Maskun Pemilik Toko Uyun.

Selain edukasi digitalisasi UMKM, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan lingkungan kerja melalui pembagian Leaflet SOP Kebersihan Lingkungan Kerja UMKM. Leaflet tersebut memuat informasi mengenai kebersihan area kerja, kebersihan peralatan, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga kebersihan diri selama menjalankan usaha. Peserta tampak membaca dan memperhatikan isi leaflet yang dibagikan.

Pelaku UMKM Desa Rowobranten membaca dan mempelajari isi Leaflet SOP Kebersihan Lingkungan Kerja UMKM yang dibagikan selama kegiatan edukasi

Leaflet yang dibagikan disusun dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi ilustrasi agar mudah dipahami dan diterapkan oleh pelaku UMKM dalam kegiatan usahanya sehari-hari.

Tampilan Leaflet yang didalamnya terdapat SOP Kebersihan Lingkungan Kerja UMKM yang disusun oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro sebagai media edukasi bagi pelaku usaha Desa Rowobranten

Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kebersihan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan pelaku usaha dan konsumen, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap pelaku UMKM Desa Rowobranten semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha serta mampu menerapkan kebersihan lingkungan kerja secara konsisten. Dengan meningkatnya kapasitas pelaku usaha dalam aspek digitalisasi dan kebersihan lingkungan kerja, diharapkan UMKM Desa Rowobranten dapat berkembang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Penulis: Hanifah Marsya Zamami Lukman_22010223140017_Kedokteran Gigi

Editor: Hendrik AS