
Ringinarum (4/8) – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Rowobranten, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, mendapat pendampingan transformasi digital dari Tim KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Reguler 2025/2026. Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Pelaku UMKM Desa Rowobranten oleh KKN UNDIP 2026 melalui Transformasi Digital dan Optimalisasi Pemasaran Berbasis Teknologi di Desa Rowobranten” ini dilaksanakan di Balai Desa Rowobranten dengan melibatkan 18 pelaku UMKM.
Program tersebut hadir sebagai respons atas masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh sebagian pelaku UMKM di Desa Rowobranten. Sebelum pendampingan, sejumlah pelaku usaha masih mengandalkan transaksi tunai dan pemasaran secara konvensional, sehingga jangkauan pasar serta efisiensi pencatatan usaha belum optimal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP memberikan sosialisasi adaptasi digital, pendampingan registrasi akun QRIS, edukasi manajemen arus kas sederhana, serta pengenalan penggunaan teknologi digital yang aman. Peserta juga memperoleh pendampingan pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile agar usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.
Tidak berhenti pada aspek transaksi dan promosi, Tim KKN juga membantu penyusunan profil usaha berbasis copywriting, pemetaan persebaran UMKM, serta edukasi kebersihan lingkungan kerja. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM Desa Rowobranten.
Muhammad Imaduddin Luthfi, mahasiswa KKN UNDIP dari Program Studi Manajemen, turut mendampingi pelaku UMKM dalam registrasi QRIS dan pengenalan pencatatan arus kas sederhana. Menurutnya, pemanfaatan pembayaran non-tunai dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perilaku konsumen yang semakin digital.

“Pendampingan ini sangat membantu kami memahami cara menerima pembayaran QRIS dan memperkenalkan usaha melalui Google. Sebelumnya kami masih mengandalkan transaksi tunai dan pelanggan sekitar, tetapi sekarang kami lebih percaya diri untuk mulai menggunakan teknologi digital agar usaha dapat dikenal lebih luas,” ujar Mbak Tika, pelaku UMKM Desa Rowobranten.
Program pemberdayaan UMKM ini relevan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan kewirausahaan dan peningkatan daya saing usaha kecil. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar serta layanan keuangan. Selain itu, pendampingan digitalisasi yang inklusif turut berkaitan dengan SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan.
Dengan pendampingan yang dilakukan, Tim KKN UNDIP berharap pelaku UMKM Desa Rowobranten semakin percaya diri memanfaatkan teknologi, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Imaduddin Luthfi_12010123140308_Manajemen
Editor: Hendrik AS